Wednesday, 15 June 2016

Yuk Ngabuburit ke Al Quran Al Akbar Palembang

It’s June. And It’s Ramadhan. Jadi sebenarnya juni adalah bulanku. Atau dengan kata lain aku lahir di bulan juni. Engga… aku ngga bakalan bahas tentang bulan juninya ataupun tentang aku. It’s nonsense right? 

So, what I want to discuss this time is about Ramadhan? Ramadhan is one of month in Islam’s calender or Muslims say it, Hijiriyah. Jadi gimana Bahasa inggris aku udah keren belum? (Halah apalagi ini -__-. Eh tapi koreksi ya kalo ada yang salah :D)


Bulan ramadhan adalah bulan dimana menjadi kesempatan bagi umat muslim buat berlomba-lomba berbuat kebaikan dan cari pahala. Atau singkatnya Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci. Pada bulan Ramadhan bisa juga dijadikan buat berwisata religi. Wisata religi adalah salah satu upaya biar bisa bikin kita tetap semangat dan konsisten dalam beribadah.


Al Quran Al Akbar Palembang adalah salah satu wisata religi terletak di jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, Pondok Pesantren IGM Al Ihsaniya, Kecamatan Gandus, Palembang. Dari namanya aja kita bakalan udah bisa nebak. Yupp, wisata religi adalah wisata dengan objek wisata alquran terbesar yang ada di Palembang. Katanya ukuran dari Al Quran Al Akbar ini adalah 177 x 140 x 2,5 sentimeter dengan tebalnya sekitar 9 meter. Al Quran ini dibuat dengan bahan baku tembesu yang memilki 306 lembar beisi juz 1-30 dari halaman 1-604, selanjutnya halaman 605-630 yang tercakup menjadi 17 lembar berisi hiasan Al Quran, daftar isi, daftar halaman, tajwid , sambutan-sambutan mukadimah, pengesahan panitia dan daftar donator serta partisipan.


Wuihh… keren kan? Bisa nih dijadiin salah satu destinasi ngabuburit sembari nunggu buka puasa. Puasa jalan, pahala dapet eh… bisa liat Al Quran terbesar di Palembang malahan Se-dunia loh. Kalo pensaran silakan dikunjungin ya, btw biaya masuknya 5K yaaa!


Saturday, 14 May 2016

Wisata Kuliner Palembang : Dari Sarapan Sampai Makan Malam ala Timur Tengah

Tuhan memberikan makanan kepada setiap burung, 
tetapi tidak melemparkannya ke sarang mereka masing-masing - J.G Holland - 


Setiap orang itu unik. Punya hobi yang unik juga, mungkin. Layaknya mahasiswi tingkat akhir (red : aku) yang hobi banget jalan sendirian ngeliling kota, hapalin nama-nama jalan protokol yang dilewatin, ngeliatan setiap kendaraan yang lalu lalang melintas di jalan raya. That’s a Life. That’s unique. And that’s Free. Yang aku senangi dari setiap nama-nama jalan, kendaraan yang melintas itu adalah pemandangan gratis yang bisa aku nikmati, walaupun cuma aku yang menganggapnya unik. Aku ngga perlu bayar buat menikmatinya selama apapun.

Karena kebiasaan yang sering jalan-jalan sendiri, aku yang notabene-nya bukan orang Palembang asli terkadang aku lebih tahu tempat-tempat di kota Palembang dibandingkan temanku yang tinggal dari bayi sampe sekrang di Kota ini. Dan jalan-jalan sendiri itu bebas. Ngga pusing harus mikirin abis ini mau kemana atau debat sama temen mau makan dimana. Bebas ngga perlu buang waktu buat debat. Bebas ngga perlu terlalu pusing mau kemana. Bebas kemana kaki-ku akan melangkah membawaku mengeliling kota. Cielah.

Sebagai seorang mahasiswi yang menganut dan menjunjung tinggi tentang “Kebesasan” yang sering melancong, jalan-jalan, keliling kota sendirian (Ini ketauan banget jomblonya ya!). Ntah sekedar cuma buat refreshing, cari inspirasi, hunting tempat wifi yang super kenceng atau mau cobain menu kuliner yang baru di kota Palembang. 

Selain terkenal dengan makanan yang diolah dari tepung tapioca dengan campuran gilingan ikan, atau sering disebut dengan Pempek. Kota Palembang memiliki banyak makanan khas yang lainnya, dimulai dari sarapan, makan siang, makan malam hingga kudapan ataupun makanan ringan lainnya yang dapat menjadi pilihan.


Pada saat pagi hari, warga kota Palembang sudah terbiasa makan pempek beserta kuahnya yang sering disebut cuko atau cuka. Selain itu, banyak panganan lainnya yang biasa disantap pada saat sarapan, misalnya celimpungan, laksan, ragit, burgo serta lakso yang makanan ditemani dengan kuah santan namun terdapat perbedaan dalam bumbu masaknya dan mie celor. Wuihh... sarapan aja udah berat-berat banget kan makanannya?

Mie Celor 26 Ilir. Salah satu makanan yang bisa jadi pilihan buat sarapan.


Pindang. Yupp, kalo ke palembang jangang lupa buat cicipin masakan pindang yang ada kota Palembang. Mau pindang ikan patin, pindang ikan gabus, pindang udang pokonya menu ini cocok banget buat disantap waktu makan siang. Apalagi makannya di pinggir sungai musi sambil menikmati makanan ditemenai angin sepoi-sepoi. Mantap tuh!!

Buat penutup karena udah seharian keliling kota Palembang, Ada satu lagi makanan yang wajib juga buat diicip-icip nih kalo lagi berkunjung. Di Palembang kita bisa dinner ala timur tengah dengan Martabak Har. Selain makan itu, Palembang juga punya banyak makanan kudapan yang lainnya. Kayak bolu kojo, putu ayu, dadar jiwo, pempek belah dan masih banyak lagi temennya yang lain.

So, kalo ke Palembang jangan cuma berburu pempeknya aja ya, tapi buru semua makanan khasnya yang ada.