Friday, 27 November 2015

Kelas Inspirasi Palembang #3 Part 2 : Sehari Mengajar, Selama Menginspirasi

Kejarlah cita-citamu sampai ke bulan, kalau gagal setidaknya kau berada di bintang-bintang
- Muhammad ferdyan -


Pernahkah kau membayangkan menjadi salah seorang guru favoritmu ketika sekolah? Pernahkah kau membayangkan berada di depan kelas menjelaskan tentang sesuatu yang baru, yang belum diketahui oleh mereka yang memperhatikanmu di depan kelas. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya? Atau tidakkah kau bertanya-tanya apakah mereka lelah menghadapi setiap tingkah laku kita ketika berada di sekolah dulu. Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya memgantikan posisi mereka, hanya untuk satu hari misalnya? Pernahkah kau bertanya mudahkah menjadi seorang guru? Menghabiskan suaranya hanya untuk mengajari kita tentang sesuatu yang baru. Aku? Aku rasa sudah merasakannya, tidak hanya membayangkannya. Dan itu membuatku bersyukur memiliki guru-guru yang selalu memperhatikan siswanya. Kau pikir itu mudah? Well... walaupun hanya unuk satu hari aku rasa hal itu sesuatu yang sulit untuk dilakukan :D


Sabtu, 14 November 2015.
Yeah, sekitar beberapa minggu yang lalu dari waktu yang sekarang. Emang sekarang kapan, Ken? Nah, coba liat kalender dan jamnya masing-masing yah, kalo udah tau itulah (anggap aja) waktu sekarang. It's Present. Tapi bukan present tense yah, itu mah beda lagi. So, jadi beberapa minggu kemaren kita mengunjungi salah satu SD yang berada di pinggiran Kota Palembang, SD ini terletak di perbatasan Kota Palembang dengan Ogan Ilir, yang memiliki alamat lengkap di Jalan Meranti Sungai buaya RT 35 Kelurahan Kemas Rindo, Kertapati, Palembang. Yupp.. SD Negeri 226 Palembang atau yang lebih dikenal dengan sebutan SD sawah. Tak usah kalian tanya kenapa? Karena memang letak SD tersebut di sekitar lahan persawahan. Jadi, pertama kali yang aku lakukan adalah cari alamatnya di google mapsSo, what I find on that? They can't find that address. Awalnya aku bingung, ini aku harus sedih atau ketawa ya? yaaa.. karena google maps aja sampe ngga tau dimana tempatnya. Sebenernya letak SD ini tak terlalu sulit untuk ditemukan, namun jarak tempuh yang sekitar 2 Kilometer dari jalan raya utama dan medan jalan yang cukup ekstrem membuat perjalanan ke SD ini semakin memorable bagi kami. 

Bangunan SD ini berbentuk panggung dan tidak memiliki lapangan, lapangan mereka hanya berupa rawa-rawa yang dapat dipakai ketika keadaannya kering pada saat musim panas. Musim hujan? Lapangan tersebut akan tenggelam oleh air yang turun dari langit yang kemudian mengenang dan menutupi lapangan mereka #ceilaaah. Tidak adanya lapangan membuat mereka tidak pernah melakukan upacara bendera. Oleh karena itu juga, banyak dari siswa SDN 226 ini tidak hapal lagu Indonesia Raya, lagu nasional yang seakan-akan pula rasa nasionalisme mereka tidak tumbuh dalam diri mereka. Salah satu hal yang sangat disayangkan dari SD ini.


"Sehari Mengajar, Selamanya Menginspirasi" adalah slogan dari gerakan Kelas Inspirasi itu sendiri yang memiliki maksud untuk memberikan inspirasi atau motivasi kepada siswa-siswi SD untuk meraih cita-cita mereka, serta memberikan gambaran tentang bermacam-macam pekerjaan profesional lainnya yang mungkin atau sudah pernah mereka dengar sebelumnya. Jadi, aku selaku fasilitator beserta dengan 4 inspirator dan seorang dokumentator kelompok kami berbekal dengan slogan tadi mengunjungi SDN 226 Palembang dengan harapan kami dapat memberikan motivasi serta semangat agar mereka dapat lebih giat lagi untuk belajar agar dapat meraih cita-cita mereka.

Great day with great people. And they are great people. Thanks team!

"Great day with great people". Kata-kata ini aku dengar dari salah seoarang inspirator kelompokku, Mba jessy. Inspirator dalam hal ini adalah seorang profesional dalam bidangnya masing-masing, sedangkan dikelompokku memiliki 4 orang inspirator, diantaranya Kak Ferdyan, Mba Rizka, Mba Anggun dan Mba Jessy. Mereka adalah great people itu sendiri. Orang-orang yang rela cuti sehari dari pekerjaan mereka hanya untuk memberikan inspirasi kepada siswa-siswi SD. Mereka yang meluangkan waktu dan tenaganya untuk kegiatan ini. Tentu saja Rizki, dokumentator kelompok kami yang menjalankan tugasnya dengan baik, sampai-sampai dia sendiri pun dapat dikatakan fotonya tidak ada.. hehe. Terima kasih untuk foto-fotonya yang bagus dan keren.

Inspirator SDN 226 Palembang

Dengan mengikuti kegiatan ini, aku dapat merasakan menjadi salah seorang guru, walaupun hanya sekedar mengajak mereka untuk berbaris yang rapi, menyuruhnya diam untuk mendengarkan sesuatu yang sedang dibicarakan didepan kelas atau menyuruh mereka masuk kembali ke dalam ruangan kelas mereka sembari menunggu inspirator mereka yang selanjutnya datang. Dengan kegiatan ini juga, aku merasakan berada di depan kelas menjelaskan tentang sesuatu yang baru, yang belum diketahui oleh mereka yang memperhatikanku di depan kelas. Dan walaupun hanya sehari, ini menguras tenaga serta suara. Yupp.. suara untuk menjawab semua pertanyaan polos yang mereka ajukan disertai tatapan mata yang penuh keingin-tahuan. Dari sini menjadi seorang guru tidak mudah. Bagiku, mereka yang memberikan inspirasi yang lainnya, membuatku bersyukur telah mendapat pendidikan dari SD sampai sekrang dengan fasilitas yang mendukung. Membuatku bersyukur memiliki guru-guru yang selalu berdedikasi dengan pekerjaannya. Memiliki guru yang selalu memperhatikan dan mengajariku hingga aku menjadi orang yang sekarang.

Begitupun dengan siswa-siswi SDN 226 Palembang, mereka memiliki guru yang selalu mengajari mereka dengan ikhlas dan semangat yang tinggi sebagai seorang guru. Guru-guru yang selalu memperhatikan tingkah laku mereka, menegur jika mereka salah dan selalu memberikan yang terbaik bagi siswa-siswinya. Contohnya saja Ibu Kirtosiah, S.Pd, beliau yang telah mengabdikan dirinya selama 8 tahun sebagai Kepala Sekolah. Memberikan waktu dan tenaga untuk memberikan usahanya yang terbaik untuk membangun SDN 226 palembang agar dapat  setara dan bersaing dengan SD-SD lainnya. 

Ibu Kirtosiah, S.Pd

Kesimpulan yang aku ambil setelah melewati dan mengikuti kegiatan ini adalah Pendidikan di Indonesia, ah...  jangankan di Indonesia kita ambil saja di Kota Palembang masih banyak yang belum merata. Disaat anak-anak SD di Kota sudah memegang smartphone ataupun gadget masing-masing, mereka (anak-anak SD pinggiran Kota) tak tau apa itu teknologi. Disaat anak-anak SD yang lainnya memiliki banyak bahan buku bacaan yang dapat dibaca, mereka tak memiliki perpustakaan atau hanya sekedar ruang baca buku. Ah,,.. tak usah perpustakaan ataupun smartphone, lapangan untuk mereka bermain atau hanya sekedar duduk-duduk bercanda sesama mereka pun tak punya. Sungguh fasilitas yang masih jauh untuk dikatakan memadai ataupun menunjung proses pembelajaran mereka.


Namun, seperti halnya yang dikatakan Pak Anies Baswedan “Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah "dosa" setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.”. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang sesuai. Mereka berhak meraih cita-cita mereka, fasilitas tentu menunjang keberhasilan belajar mereka tapi jangan biarkan mereka tak mendapat pendidikan yang layak. Jangan biarkan senyum mereka tak terlihat lagi dari wajah mereka. Dan jangan hilangkan kesempatan mereka untuk menggapai cita-cita mereka.


Dan terakhir, Terima kasih untuk Kelompokku atas segala usaha, waktu dan tenaga yang telah diluangkan untuk mensukseskan kegiatan ini. Terima kasih untuk Ibu Kirtosiah dan seluruh jajaran guru di SDN 226 Palembang yang telah menerima kami dengan terbuka, guru-guru yang telah berdedikasi dalam menjalankan tugasnya untuk mengajari siswa-siswinya, guru-guru yang telah ikhlas bahkan berkorban meluangkan waktu serta tenaganya untuk mengajar. Terima kasih untuk seluruh siswa SDN 226 palembang yang telah memberikan cerita lain yang dapat menjadi pelajaran berharga. Semoga cita-cita kalian terbang tinggi di langit dan semangat kalian tak pernah turun untuk selalu menggapainya. Dan juga, terima kasih untuk kelompok SDN 226 Palembang yang telah memberikan warna lainnya dalam perjalanan ini dan semoga dipertemukan di kesempatan yang lainnya.

Friday, 20 November 2015

Kelas Inspirasi Palembang #3 Part 1 : Team Work

There is no end to education. It is not that you read a book, pass an examination, and finish with education. The whole of life, from the moment you are born to the moment you die, is a process of learning - Jiddu Krishnamurti -
 

Perjalanan ini mungkin tidak akan cukup dan habisnya untuk diceritakan. Perjalanan ini mungkin takkan bosan-bosannya untuk didengarkan kembali. Perjalanan ini mungkin tiada bandingnya dengan perjalanan-perjalanan yang lainnya. Yeah, katakan saja aku sedikit berlebihan, namun percayalah. Itulah apa adanya yang terjadi. Jika engkau tak percaya, maka coba rasakan sendiri sensasinya. #tsahhh

Mungkin perjalanan ini takkan selesai dengan satu halaman tulisan. Kenapa? Terhitung sejak bulan Juli hingga November minggu kemarin aku mengikuti sebuah gerakan yang memberikan aku inspirasi. Memberikan sudut pandangan hidup yang lainnya, memberikan kembali warna-warna yang sebelumnya mungkin sudah sedikit lapuk untuk menghiasi kehidupan sehari-hariku. Disini aku kembali menemukan orang-orang yang luar biasa. Disini aku kembali merasa menjadi orang beruntung telah bertemu mereka. Disini aku kembali menemukan orang-orang yang tak sadar mereka telah memberikan semangat untuk orang sekitarnya. 

Kelas Inspirasi Palembang #3

Kelas Inspirasi Palembang. Jujur saja, mulai dari awal sejak aku mendaftar sebagai volunteer aku tidak terlalu tahu dan tidak mencari lebih tahu apa itu Kelas Inspirasi Palembang serta tetek bengeknya yang lain. Well, itulah salah satu kekuranganku, malas untuk mencari tahu hehe. Tapi, kita disini tidak akan membahas kekuranganku yang bahkan tidak menarik sekalipun untuk dibahas. Karena hal tersebut tidak penting untuk kalian, tapi beda halnya bagi pengagum rahasiaku yang (mungkin) berada luar sana. Mungkin ini bisa jadi sedikit bocoran informasi tentang diriku. Okee.. Come on Niken! Stop dreaming and wake up.

Firstly, mungkin aku bakalan jelasin apa itu Kelas Inspirasi? Kelas Inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Dan untuk Kota Palembang sendiri sudah 3 kalinya diadakan. But here, we are not the profesionals. We are the staff, people who behind Kelas Inspirasi Palembang #3. And guess what? I'm one of them. Feeling like i'm the lucky person? Yes, I'm lucky. Beruntung aku mendapat pengalaman yang baru dengan orang-orang yang baru. Beruntung menjadi bagian dari sebuah gerakan yang memberikan harapan atau setidaknya secercah harapan bagi orang lain.  Beruntung, karena aku dapat melihat secara lansung keadaan pendidikan di pinggiran Kota Palembang. Beruntung aku dapat bertemu dan melihat senyuman tulus dari siswa-siswi SD yang tanpa mereka sadari memberikan suntikan senyuman serta semangat bagi orang disekitar mereka. Beruntung serta besyukur bahwa mereka -siswa siswi SD tersebut masih memiliki guru-guru yang peduli akan pendidikan mereka, guru yang tanpa lelah memebrikan perhatian pada murid-muridnya. Guru, Pahlawan tanpa tanda jasa. 

Beberapa Panitia Lokal Kelas Inpisrasi Palembang #3

Aku selalu beranggapan bahwa untuk menilai suatu karya tak hanya terletak pada hasilnya yang memuaskan, megah ataupun sempurna. Namun, proses dalam membuat suatu karya tersebut pun dapat kita nilai serta kita ambil pelajarannya. Sebenarnya acara puncak dari Kelas Inspirasi Palembang #3 sendiri jatuh pada Sabtu, 14 November 2015 kemarin. Yeah... it's just one day. Tapi, untuk sampai pada hari tersebut, Kami, Panitia Lokal melewati beberapa proses-proses yang tak ternilai harganya. Dimulai saling mengenalkan diri masing-masing, memahami karakteristik individu-individu yang baru dikenal, kemudian lanjut pada tahap dimana kami mulai brainstorming dan merasa nyaman hingga sampai akhirnya berpikir we're not just friends, but we're another family that have ruenion again. Family who comfort each other, family who always give spirits. And Family who always by your side when your happy or sad. Semua itu dicapai karena proses-proses yang sebelumnya kami lalui. Tidak pungkiri perselisihan atau perbedaan pendapat sering terjadi, namun semua itu warna-warna yang menghiasi perjalanan kami. Setidaknya, akan kami ingat kembali dan ceritakan kepada orang lain. Ataupun menjadi renungan bagi sendiri atau menjadi lelucon yang akan ditertawakan nantinya. Seperti aku sekarang sedang mengingat kembali perjalanan itu dan tersenyum sendiri disudut sebuah ruangan yang ramai.

Kelas Inspirasi Palembang #3

Last, Terima kasih untuk Allah yang sudah mempertemukan aku dengan mereka, orang-orang yang luar biasa.  Terima kasih untuk seluruh Keluarga Kelas Inpisrasi Palembang yang telah hadir mengisi hari-hariku. Terima kasih telah menjadi bagian cerita dan perjalanan dalam hidupku yang nantinya akan dengaan bangga aku ceritakan kembali di masa yang akan datang. Terima kasih telah memberikan pelajaran serta pengalaman yang baru. Aku merasa seperti baru kemarin kita bertemu, tapi siapa yang tahu kalau waktu berlalu dengan cepat sekali hingga tak terasa Kelas Inspirasi Palembang #3 telah usai. Terima kasih telah diberikan kesempatan menjadi bagian dari tim ini. And a lot of thank for you. Hope our relation is not end here and we can meet again. Good Luck for us!!

Sunday, 15 March 2015

Agen Era Knowledge, Berbagi Tanpa Pamrih

Sebagai Mahasiswa Sistem Informasi, Otak aku udah terinfeksi dan terdoktrin berpikir secara anak sistem informasi, bahas apapun + dimanapun ngga luput dilihat dari berbagi sudat pandang yang berbeda dengan berbagai persepsi yang ada. Kadang sampai berlebihan, saking berlebihannya aja mau laundry aja dicari dulu faktor-fator beserta resiko yang bakalan terjadinya. Ckck -_- Ceritanya anak Sistem Informasi nih *horor*

Di semester yang meranjak ke akhir ini dapet ilmu baru dengan mata kuliah "Knowledge Management" atau biasa kami sebut KM. Mata kuliah yang bahas tranformasi data + informasi yang diolah untuk diambil polanya yang kemudian menjadi 'Knowledge'. Ngerti? Ngga, kalo gitu sama.. haha. Jadi, dimata kuliah ini kita bahas bahwa setiap yang ada dimuka bumi ini adalah knowledge yang -mestinya- ditampung dalam suatu wadah dan disharing ke khalayak umum. Kalo dosen aku bilang inti dari mata kuliah adalah Knowledge dan Sharing. Yupp, tujuannya dari mata kuliah ini adalah agar manusia itu ngga pelit-pelit lagi sama ilmu dan bisa disharing sama yang lain. Contohnya : Blogger.

Well, karena aku seorang blogger setelah mendengar penjelasan panjang kali lebar dan tinggi dari dosen tadi, aku semakin bangga menjadi blogger. Aku Bangga Menjadi Blogger. Why? Seperti yang dosen aku bilang blogger adalah salah satu contoh KM dari sekian banyak contoh yang lainnya. Dan yang secara tidak lansung menjadikan aku sebagai salah satu agen era knowledge. *tepuk tangan yang meriah*.

Nah, dengan latar belakang itulah aku berada disini. diantara kata-kata yang aku coba uraikan disini dan berbagi dengan kalian semua pembaca setia blog-ku *ngomong sambil mata berkaca-kaca* Sharing kali ini akan bermula dari kegitan yang aku ikuti minggu lalu.

Sabtu, 07 Maret 2015

Firstly, makasih buat Akademi Berbagi Palembang (@AkberPLB) yang udah bikin acara ini. FYI, ini kali kedua aku ikutan acara @AkberPLB guys, cerita pertamanya bisa baca disini guys :)

Nah, aku juga salut sama setiap acara yang diadain sama Akademi Palembang. Kenapa? Acaranya ituloh selalu on time. ON TIME. Hal yang udah langka ditemuin disetiap acara yang pernah aku datangin, ntah itu acara biasa, semi resmi ataupun yang resmi sekalipun. Buat kalian yang kurang menghargai waktu coba ikutan acara ini deh, rasakan malunya telat datang dan diliatin sama orang satu ruangan *smile devil*. Selain acaranya yang on time @AkberPLB juga mengadakan acara yang bermanfaat tanpa memungut biaya sepeserpun. Alias GRATIS. Emang top deh @AkberPLB udah on time, bermanfaat dan gratis. Dan dengan ini juga aku bilang dalam hati "@AkberPLB adalah agen Era Knowledge serta KM yang lainnya yang bertebaran dimuka bumi ini" :D 


So, untuk kali ini @AkberPLB bikin kelas Paid Posting bareng Mba Ira Hairida. Jadi, disini Mba Ira atau biasa dikenal dengan @itikkecil bakalan jelasin apa itu paid posting, bagaimana bisa dapet paid posting itu sendiri, dan gaya penulisan apa yang paling disenangin untuk paid posting itu sendiri

Mba Ira yang lagi kasih materi

Paid posting adalah posting yang berbayar. Jadi, setiap postingan atau tulisan yang kita post di blog itu dibayar. Syarat biar bisa dapet paid posting itu ngga susah, kita cuma disuruh lebih merhatiin blognya. Hal yang paling utama yang harus diperhatikan adalah "Content is King", jadi dianjurkan blog kita itu sudah punya personifikasi sendiri untuk isi tulisannya, misal : Traveler yang lebih kerennya lagi blog kita itu sudah punya domain sendiri. Tjakep. Selanjut, kita disuruh aktif di media sosial, punya personal branding, resposif, bisa diajak kerjasama dan minimal statistik kita itu seharinya.. seharinya nih yah kurang lebih 400 pengunjung :D

Para peserta kelas "Paid Posting"

Untuk bisa dapet paid posting sendiri Mba Ira menjelaskan bahwa biasanya didapet dari networking. Dengan ini juga secara tidak lansung, kita disuruh bersosial, cari teman-teman sebanyak-banyak yang tujuan buat nambah wwasan, pengalaman beserta teman tentunya :D Nah, sedangkan untuk gaya penulisan sendiri Mba Ira cuma pesan satu, yaitu "Be Your Self". Yupp, jadilah diri kita sendiri dalam menyampaikan tulisan kita sendiri tanpa harus pusing gaya tulisan yang bagaimana yang tentu tetap dalam bahasa sopan dan enak untuk dibaca serta tak luput memberi makna. Cielah :D

Foto Bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing

Minggu, 08 Maret 2015

Setelah hari sabtunya disibukkan ikutan acara dari @AkberPLBnya, hari minggunya aku tak kalah sibuk. Karena hari itu aku ikutan gathering NBCPalembang. Singkat cerita, NBCPalembang adalah komunitas para penulis buku yang berada di kota Palembang sendiri. Untuk lebih lanjutnya bisa hubungin deh adminnya di @NBCPalembang hehe

Awalnya, kita -aku + nona lutfi- sempet bingung cari tempat gatheringnya. Maklum Cafe Sumpah Pemuda sendiri baru kami denger waktu mau ikutan gathering ini. Jadi berbekal dengan petunjuk seadanya kita sempet bolak-balik 3 kali sepanjang JL. Sumpah Pemuda buat nyari cafe itu, yang pada akhirnya lansung ketemu setelah tanya mas pedagang gorengan :')

Btw, akunya keliatan ngga sih? haha

Kita ikutan ini juga untuk yang pertama kalinya loh guys. Nah, gathering NBCPalembang ini dihadiri oleh Mba Lia, Mba Suzan, Kak Rido, Kak Putra, Kak Bimo, Mba Septi, Mba Putri, Mba Eka, Mba Murni, Mba Lady, Mba Putri L, dua temen aku Anisa dan Lutfi dan tentunya aku sendiri RA_Niken :) Kita disini yang paling muda loh #nggapenting

Gathering NBCPalembang kali ini juga meresmikan koordinator yang baru yaitu Ka Rido yang sebelumnya dipegang oleh Mba Lia. Setelah itu agenda yang kayaknya wajib setiap gathering apapun yaitu perkenalan satu-satu yang dilanjutkan dengan sharing seputar tentang tulis-menulis, tips mau nulis novel ataupun cerpen, mengatasi masalah yang sering terjadi. Hal yang bisa aku tangkep dari gathering adalah sebelum kita mau bikin novel terlebih dahulu kita bikin kerangka atau outline dari cerita tersebut yang tujuan mempermudah proses penulisan nanti dan juga mencegah yang namanya writer's block.

Di akhir acara ada sesi pemberian buku buat para peserta yang hadir, tapi sayang aku bukan orang beruntung buat nerima buku-buku. *nangis di pojokan* Tapi, Terima Kasih buat semua kakak-kakak dan mba-mba yang udah sharing tentang pengalamannya dalam hal tulis menulis. Kalian para agen era knowledge yang awesome.. hehe

Say Cheese :D

So, here we go. Harapan aku setelah kalian baca postingan yang lumayan panjang ini, semoga ada knowledge yang bisa kalian ambil. Kemudian, harapan yang lainnya semoga muncul para agen era knowledge yang lainnya, yang berbagi tanpa pamrih. Berbagi tanpa terpaksa, berbagi karena ikhlas dan bikin happy :D Terima kasih juga buat Bu Ken Ditha Tania selaku dosen KM yang ajarin ilmu yang dahsyat banget. Saking dahsyat sampe ngga masuk di otak aku.. hehe. Harapan yang lainnya semoga Bu Ken ngga sengaja nyasar kesini trus baca postingan ini, jadi nilai aku nantinya A. aamiin :D Terakhir, sampai jumpa di postingan selanjutnya guys.






Friday, 23 January 2015

Hibernate, Hibernasi dan Blog

I'm never gonna look back
Whoa, I'm never gonna give it up
No, please don't wake me now
This is gonna be the best day of my life
***

Hibernasi adalah suatu kondisi yang kerap terjadi pada hewan yang bertujuan menghemat energi dengan cara meng-nonaktifkan dan menurunkan metabolismenya. Hal ini sering terjadi pada saat musim dingin. Sedangkan hibernate adalah kondisi mematikan komputer namun isi dari memori atau RAM akan disalin terlebih dahulu ke dalam hard disk. Kondisi ini digunakan kalau kamu sedang tidak akan memakai komputer dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama dan akan segera kembali menggunakan komputermu. Intinya, hibernasi ataupun hibernate adalah Istirahat Sejenak.

So, setelah jelasin hibernasi ataupun hibernate tadi, pertanyaan selanjutnya yang mungkin bakalan muncul di otak kalian semua adalah "Apa hubungan dengan Blog ?". Yang udah nebak atau duga ngga ada hubungannya, mohon untuk mikir ulang lagi deh. Why? Karena jawaban maupun praduga kalian itu salah broo :D

Keadaan, kondisi serta suasana blog-ku ini udah ngga aktif update post selama 4 bulan. Yup, 4 BULAN. Mungkin kalo berbentuk rumah pasti udah dipenuhin sama debu dan sarang laba-laba. Karena keadaan tersbutlah secara tidak lansung blogku ini kemaren dalam kondisi hibernasi ataupun hibernate. Ceilaah gayanya -_-

Mulai dari september, oktober, november dan desember. Alasan? Mungkin kalian udah terlalu basi dan mainstream buat dengerin setiap alasan yang sering dibuat-buat. Jadi, kita ngga usah banyak alasan disini. Tapi, kalo kalian pada maksa pengen tau kenapa selama ini aku ilang dari peredaran dunia tulis-menulis, apa boleh aku harus kasih penjelasannya. Ceilaaah :D

Jadi ceritanya, tahun kemaren itu selain sibuk-sibuk ria sama dunia perkuliahan, aku dikasih kesibukan serta pengalaman sekaligus. Yang biasanya pengalamannya cuma diajarin dosen, sekarang dikasih kesempatan buat berbagi ilmu sama adik-adik tingkat (ketauan deh tuanya aku -__- bzzz). Yang biasanya dengerin dosen, kali ini aku yang didengerin. Yang biasanya sering dikasih tugas, sekarang dikasih kesempatan buat ngasih tugas :D hehehe. Selain itu juga, tahun kemaren itu sibuk ngejar-ngejar dosen. Yup, buat nuntasin laporan KP (Kerja Pratek) salah satu mata kuliah yang aku ambil + salah satu syarat buat nyusun TA (Tugas Akhir). Dan alhamdulillah, semuanya udah tuntas dan beres. Sehingga dan akibatnya bisa nge-blog lagi... yeeeyeyeyeyeyeyyy *hidupin kembang api + tiup terompet*
Wujud Laporan KP :):)


Kesimpulannya, yang berlalu itu biarlah berlalu. Sekarang waktunya kita menatap jalan kedepan dan jalani hari yang baru serta yang akan datang. Dan, terakhir "Welcome back to Niken's Journey Blog again" :D. Sekian post pertama pada tahun 2015 dibulan januari ini untuk mengawali cerita selanjutnya. Semoga seneng dengan kembalinya tulisanku... hehe. ByeBye

Sunday, 25 May 2014

Ketika Uang Berbicara...

Pernah ngga terbesit kalo benda mati itu juga bisa berbicara ? Memiliki kehidupan yang sama seperti kita, melakukan aktifitas yang juga dapat kita lakukan. Seperti Film 'Toy Story' yang menceritakan tentang sebuah kehidupan mainan dari seorang anak yang bernama Andy. Atau seperti  film yang menceritakan tentang alat-alat pertukangan yang bisa berbicara, berpikir dan berinteraksi. Atau juga seperti film 'Thomas and Friends' yang menceritakan tentang kehidupan dari gerbong-gerbong kereta api, serta film-film animasi lainnya yang menjadikan benda mati dapat berbicara, seolah-olah hidup.

Terus, bagaimanakah jika 'Uang Berbicara' ? Cerita apakah yang akan mereka katakan ? Atau Apakah yang akan mereka lakukan ? Inilah yang aku temui disaat sedang mencari-cari dan melihat-lihat dalam sebuah handphone, Aku menemukan sebuah vidoe yang berisikan para 'Uang Berbicara', video yang menampilkan suara-suara dari para uang tersebut...


Bagaimanakah perasaan, kesan atau apalah yang anda dapat setelah melihat video ini ? Silakan ceritakan di box comment :)



Friday, 2 May 2014

Mahasiswa Ilegal!

Arif Nafsaka.
Kenalilah Jati dirimu

***

Mayoritas orang bilang lihat dirimu sebelum lihat orang lain atau intropeksi diri. Namun, lagi-lagi 'kata-kata' lebih mudah untuk direalisasikan daripada 'action'nya. Adapula pepatah bilang 'Tak Kenal Maka Tak Sayang', pepatah ini hanya berlaku untuk saat berkenalan dengan orang lain. Tapi menurutku bukan hanya itu, pepatah ini juga berlaku untuk diri sendiri. Ada perasaan yang ganjil menghampiri, jika kita lebih mengenal orang lain daripada kita sendiri, Aku rasa. Lagipula seperti pepatah tadi bilang jika kita tidak kenal dengan diri kita sendiri, bearti kita tidak sayang dengan kita sendiri. #simple 

Ngomong-ngomong tentang 'kenal', yang sepertinya sudah aku sentil sedikit tadi. Setiap orang memiliki tanda pengenal agar dapat dikenali ntah itu dari KTP, SIM, KPM serta kartu tanda pengenal yang lainnya. Kartu tanda pengenal itu juga bertujuan sebagai pengenal siapa kita ini atau juga sebagai bukti bahwa kita sebagai salah satu anggota atau bagian dari sebuah institusi, perusahaan, ataupun yang lainnya. Namun, bagaimana ceritanya jika seseorang kehilangan tanda pengenalnya ? Hal ini terjadi dengan seoarang mahasiswi sebut saja namanya Indah karena semuanya akan indah pada waktunya  karena mawar udah terlalu mainstream :D hehe

***
Semester 2

Ketika itu di sebuah perpustakaan fakultas dengan suasana khasnya yang sunyi senyap sehingga suara angin pun seakan-akan dapat didengar beserta bau kaos kaki buku-buku yang khas disusun dalam rak-rak berjejer menempel dengan dinding mulai dari yang paling baru hingga paling lama.

"Tugas kita ada dibuku ini nih" jerit indah tanpa sadar yang berakibat tatapan 'kecilkan-volume-suara-mu' semua penghuni terowongan casablanka perpustakaan itu tertuju padanya.

"ehh.. maaf " ujar indah kembali setelah sadar akan kesalahan yang telah diperbuatnya.

"Liyah, tugas kita ada disini nih, pinjem bukunya aja yok? Lagi males bikin sekarang, jadi bikinnya nanti aja"

"Mana dah? kalo aku sih yes, ngga tau si dea?" (Nonsense :D haha)

"Hmm.. de gimana ? setuju aja, plisss" ujar indah dengan wajah yang di-melas-melas-kan

"Aku nurut aja sih dah, lagian yang ngerti tugasnya kan kamu.. hehe"

"Okee kalo gitu, Ayoo pergi dari tempat ini dan pinjem bukunya" ujar indah dengan semangat yang kembali berhasil membuat tatapan-tatapan 'kecilkan-volume-suara-mu' mendarat padanya.

"Maaf...." lirih dita kembali.

***

"De, coba tanya ada ngga mbanya? mau balikin buku nih" tutur indah sembari merogoh seluruh isi tasnya mencari buku yang dimaksud.

"Permisi mba... mba angginya ada?" tanya dea kepada sesosok wanita dalam ruangan tersebut.

"Mba anggi? Ngga ada dek, mau apa?"

"Oh ini mba mau balikin buku, jadi gimana mba?"

"Hmm.. mba anggi ngga masuk hari ini. Besok aja kesini lagi temui mba angginya yaa"

"Oh, makasih mba. Kami permisi dulu yaa" pamit dea.

"Ndah.. mba angginya ngga ada. kata mba yg tadi besok aja kesini lagi" lapor dea kepada indah.

"Oh.. gitu yah? yaudah deh kalo gitu, pulang yuk" seru indah dengan girangnya

***
Semester 4

"Ndah... ntar milih mau pilih siapa?" celetuk liyah saat indah sedang seriusnya mengerjakan tugas mereka.

"Ngga tau nih, enaknya pake function apa stored procedure yah? jawab indah dengan enteng tanpa tahu apa yang sebenernya yang sedang dibahas.

"Yailah.. malah ngomongin tugas ini anak" dengus dea

"Lah, emang kalian lagi ngomongin apaan? tugas kan?" tutur indah dengan polosnya

"Hahaha.... makanya ndah jangan terlalu serius amat ngerjain tugas. ntar juga bakalan selesai kok tenang aja"

"Iya, tenang.. tenang, ntar pas kepepet ngga bisa ngerjain baru tau rasa kalian yaa"

"haha.. lagian kamu sih kita lagi ngomongin tentang gubma kamunya malah ngomongin tugas. Kita tuh nanya ntar kamu milih siapa?"

"Oh.. kalo boleh milih aku no 4 aja deh"

"no 4? emang ada ta?

"ada dong, aku calonnya... hehe" canda indah

"ah kamu ndah, kita nih serius tau"jawab liyah dengan kesalnya.

"hmm.. kayaknya aku ngga bisa milih deh"

"Loh kok gitu? emang kenaa ngga bisa milih? kamu pasti galau yaa mau pilih siapa?.. hehe"goda dea

"bukan gitu... kpm aku ngga ada de" rengut indah.

"lah, emang kpm kamu kemana" kali ini liyah bertanya menaruh perhatian kembali.

"inget kan pas semester 2 kita pinjem buku di perpus trus pake kpm aku karna belum jadi anggota"

"iyaa inget, trus apa masalahnya?"tandas dea karna sudah penasaran.

"kpmnya belum balik ke aku, ngga pernah ketemu sama mba angginya" ujar indah dengan nada yang lemah

"lah jadi selama ini kpm kamu gimana?" tanya liyah kembali

"kamu bayaran selama ini gimana? kan pake kpm? kirian kpm kamu udah diambil di mba anggi" timpal dea.

"Makanya itu kemaren-kemaren aku ngga mau berusuan yang berhubungan sama kpm. kalo masalah bayaran, selama ini ayah aku yang bayarin ke bank lansung jadi aku cuma smsin nim aku ke ayah.. hehe" 

"Jadi, selama ini kamu ngga ada kpm?" tanya dea kembali untuk memastikan

"Iyaaa..."

"Ihh.. indah mahasiswa ilegal. Ngga ada kpm tuh" canda liyah

"loh kok gitu?"

"hahahahahaaa" tawa liyah dan dea pun pecah melihat wajah teman mereka yang kebingunagan.

***

Pesan : Jagalah barang/sesuatu yang kau miliki sebelum hilang, dan kau menyesal tidak menjaga dengan baik.












Saturday, 1 March 2014

3 Masa (e)S yang Kita Lewati

Heiho semuanya :)
Postingan yang sebelumnya aku sudah bilangkan kalau aku ini lagi "bosan" ? Walaupun "bosan"nya sedikit pergi dengan nge-lakuin kegiatan baru tapi masih aja ada yang tinggal ini "bosan"nya :'( Sebenernya aku sekarang ini lagi sendirian dikost.an ditinggal sama temenku liburan -___- emang kurang ajar banget itu anak awas aja kalo pulang ntar ngga bawa oleh :p hehehe. Itu alasan pertama, alasan kedua kuliah semerter ini rada santai. Emang sih jadwalnya penuh dari hari senin sampe sabtu berasa kayak anak sekolah lagi tapi 1 hari cuma ada 1 MK (mata kuliah). Ada yang 1 hari 3 MK tapi semua itu dengan catatan kalo semua dosennya juga hadir :)

Aku rasa (iyaa mungkin cuma perasaan aku aja kali ya -_-) kuliah semester sekarang ngga menegangkan seperti semester-semester awal yang dipenuhi oleh jadwal padat, tugas menumpuk, diskusi terus-menerus. Bukannya sok guys, aku ini tipe-tipe orang yang ngga akan belajar kalo ngga ada tugas -__- Termasuk tipe-tipe pemalaslah hehe. Karena berasa semester ini terlalu banyak waktu luangnya, akhirnya aku kebingungan dengan waktu luang yang sekarang mau dipake buat apa aja. Jadi ceritanya aku ini lagi nyusun jadwal buat semester ini biar ngga sedikit pun celah atau waktu yang dibiarkan sia-sia :D hehe << yang ini sok banget yaa? awas aja ntar ngeluh banyak tugaslah, inilah, itulah Awas lu ya! Gue inget nih :p haha

Nah setelah mencoba bikin doodle art, aku sekarang juga ngelakuin kegiatan yang sempat stop aku kerjakan pas SMA. Kegiatan itu adalah Baca Komik. Iyaa, Baca Komik! Bukan penggemar komik yang fanatik sih, tapi suka baca komik :) hehe. Kalopun ditanya suka genre apa, sering bingung sendiri. Karena aku baca komik lihat dari manganya, kalo bagus ya dibaca kalo ngga ya sudah :D haha. Tapi, kali ini aku lagi suka komik genre romance apalagi karya Usami Maki. Beliau ini punya ciri khas banget buat komik genre romance. Beliau selalu bikin karakter cewek yang teledor, mudah ditebak, lemah, dan selalu mudah jatuh cinta serta menyatakan kepada cowonya terlebih dahulu. Dan, karakter cowok yang anggun bagai pangeran, populer, pokoknya perfect deh ditambah lagi karakter dingin cowok yang susah ditaklukan oleh cewe namun juga akan luluh dengan ketulusannya. Kalo selama ini aku baca karyanya karakter yang dibuat hampir dibuat seperti itu, walaupun dengan cerita yang berbeda. Namun tetap menarik kok dan aku senang bacanya :D
Salah satu karya Usami Maki. Love Button, Eito Koga dan Niina Kasuga
Dengan membaca komik karya Usami Maki, aku juga mengambil kesimpulan yang sebenarnya memang seperti itu di realitanya. Setiap karakter cewe selalu melibatkan perasaan dalam setiap konflik, begitupun realitanya cewe juga selalu membawa perasaan dalam kegiatan ataupun konflik yang terjadi disekitarnya. Tapi, ngga menutup kemungkin cowo ngga melibatkan perasaannya hanya saja cewe lebih menggunakan perasaan mereka. Mungkin karena itu juga cewe terlihat lemah dan mudah diserang, dijatuhkan bahkan diluluhlantakkan *cielaah :p haha. Karena perasaan juga terkadang cewe dibuatnya kuat. Karena perasaannya juga cewe sering dibayangi masa lalunya, selalu teringat akan kenangan *haduhh :'(

*Note : Paragraf diatas cuma intermezzo. Postingan yang sesungguhnya baru dimulai. Keep Scroll Down :D hehe !

Hmm.... ngomong-ngomong masalah kenangan. Ngga semua kenangan itu buat disesalin loh ! Ada kenangan yang akan kita rindukan entah pada saat apa, tapi kita pasti akan ingat kenangan itu. Kenangannya yang akan membuat kita tertawa, sedih, menangis bahagia. Kenangan yang akan membuat kita berpikir "bisakah waktu ini diulang kembali?". Kenangan itu adalah "3 masa (e)S yang Kita Lewati" yaitu ...

"Tiga Masa eS"

1. Masa eS-De
Masa eS pertama yang kita lewati adalah masa pendidikan dasar. Masa seragam putih merah dengan wajah berseri, tertawa dengan polosnya. Berlari ditengah lapangan, wajah kecil nan imut kita yang belum paham akan kehidupan. Masa dimana kita hanya tahu tertawa, bermain dan mainan. Masa yang belum ada dosanya, bisa dibilang begitu :D haha. Masa seragam putih merahku juga ngga ada bedanya guys :') Oh ya, kalo menurut cerita ibuku sih waktu sd aku adalah anak yang pemalu ditambah lagi aku harus beradaptasi ulang. Iya, aku adalah anak pindahan sebelum jadi Alumni SD-ku sekarang :D hoho. Dan, ditambah lagi aku adalah anak paling lelet serta ceroboh -___- waktu sd dulukan masih jaman ya guru dikte kita catet, nah disitu aku sering ketinggalan nyatet yang berujung males jadi ngga nyatet deh :p Tapi, sudah-sudahnya aku dilaporin sama guru ke ibuku kalo aku ini anaknya lelet banget. iyaa pake banget -__- ckckk. Tapi, yaa itulah masa sd ku hahaha.

2. Masa eS-eM-Pe
Masa yang selanjutnya yaitu Masa eS yang kedua adalah Masa seragam putih biru. Masa dimana kita mulai beranjak menjadi remaja. Masa dimana kita mulai nge-rasain benih-benih cinta :) hehe. Masa dimana mulai buat improvisasi diri. Tapi, beda dengan masa smp aku nih guys. Masa putih biruku cuma disi dengan pergi-sekolah-pulang. Ibu aku aja aneh, dikiranya aku ini ngga temen -_- ckckk, iyaa masa smp aku itu jarang main. Disekolah istirahatnya diperpus, pulang lansung ke rumah ngga mampir lagi. Anak yang kutu buku, kira-kira begitulah masa yang aku habiskan saat smp. Sampai sekarang kalo ada temen SMP yang nyapa aku bakalan bilang "siapa yaa ?" -_- Ini beneran kejadian loh guys pas lebaran tahun kemarin. Ntah akunya yang terlalu kuper ngga ada temen atau aku yang pelupa berat :'( Oh ya, tidak seperti sd aku juga berhasil sekolah 3 tahun di SMP tanpa pindah :) hehe

3. Masa eS-eM-A
Masa yang ketiga yang juga jadi masa yang terakhir adalah Masa pendidikan menengah akhir. Masa seragam putih abu-abunya. Masa dimana kita mulai mencari jati diri (katanya), masa yang mulai merajut mimpi, masa yang penuh warna, masa yang sangat penuh kenangan. Masa yang penuh dengan pilihan, keputusan dan masa yang mulai menjadikan kita orang beranjak dewasa :) Masa-masa yang pantas untuk diingat kembali. Masa aku pun begitupun guys, hanya saja yang mebedakannya adalah sekolah sma ku asrama dan anggota kelasnya diisi oleh perempuan-perempuan yang berbeda setiap karakteristiknya. Tapi, masa inilah juga yang memberiku banyak pelajaran, memberiku banyak pengalaman. Masa yang menempahku untuk menjadi seorang siap untuk memulai suatu permulaian yang baru :D

Itulah masa -masa es yang kita lewati. Kalo kalian tanya denganku masa yang paling berkesan? Dengan yakin aku menjawab Masa eS yang Ke - 3, Masa-masa SMA :D hoho. Kalo masa-masa es kalian bagaimana? Trus masa es mana favorit kalian ? :D hoho

***
*Bonus Masa eS favorit-ku, Masa SMA :D hoho
Seragam Batik sekaligus mewakili Lomba Pertanian saat itu :)

Panitia PORSENI. Kalo di SMA namanya Classmeeting
LULUS! Kamera mana, matanya kemana tuh :p hehe
Girls of Phoenix
*Terakhir, Foto ala Alay-Alay gitu :D HAHAHAHAaaa....
Klik aja fotonya, buat liat lebih jelas :p hoho



Thursday, 31 October 2013

[ Satu kata, Empat huruf ] Aneh.

Sungguh sebuah akhir pekan yang aneh. Dimulai dengan suatu yang tidak biasa dan diakhiri pula dengan yang aneh. Apakah ini hanya perasaanku saja ? Atau mungkin aku telah stress bahkan gila. Intinya aku tidak tahu yang terjadi denganku, kehidupanku serta orang-orang di sekitarku. Dan aku tidak mengerti akan semua hal tersebut. 

Terbangun pada pagi hari dengan cuaca yang sedikit mendung. Hal tersebut yang membuat aku tetap bertahan pada kasur tidurku untuk beberapa saat dengan ditemani headset yang menempel di kedua telingaku melantunkan lagu dari sebuah stasiun radio kesukaanku. Jam dindingku sendiri telah menunjukkan pukul 07.00, namun nyaris aku tidak bergerak dari posisiku sebelumnya untuk beranjak bangun. Namun sekitar beberapa menit selanjutnya aku merasa ada yang mengetuk (menggedor-gedor lebih tepatnya) pintu kamar tidurku yang membuatnya bergeming. Yaaa, itu adalah tanteku -sang tuan rumah yang aku tumpangi tempat tinggalnya sekarang- yang menyuruhku dengan secara paksa agar aku bangun dari tidurku.

Seperti hal biasanya yang aku dan tanteku lakukan pada hari libur yang lainnya. Tugasku membersihkan rumah sedangkan beliau menyiapkan sarapan. Aktivitas rutin hari libur yang telah aku hapal diluar kepala. Kebiasaanku yang cukup menyenangkan mungkin. Makan bersama serta diiringi ngobrol ringan yang juga mewarnai meja makan pada hari ini. Oh iya, perlu kalian tahu aku adalah seorang single atau jomblo, dan aku pun tidak tahu apa beda dari kedua kata itu. Ntah aku harus bangga atau risau dengan status hubunganku saat ini. Tapi terkadang aku nyaman dengan hal itu. Dan itu juga alasan aku menganggap hari minggu itu biasa saja. Tak ada hal yang spesial, Tak ada hal yang istimewa. Tapi, ntah mengapa hari ini seperti ada bisikan yang menyuruhku untuk keluar rumah daripada menghabiskan waktu dengan tumpukun novel yang belum sempat aku baca. 

Dan dari sinilah hal - hal aneh (bagiku) atau membingungkan tepatnya terjadi. Tidak biasanya aku ingin pergi sendirian menjelajah seperti dulu (waktu SMA tepatnya) tanpa ditemani seorang pun. Berjalan dengan penuh percaya diri tanpa menghiraukan orang lain sambil menikmati arsitektur bangunan yang dapat dijangkau oleh kedua bola mataku. Makan siang pada salah satu rumah makan cepat saji yang cukup terkenal, dan menikmati makan siangku sendiri yang saat itu ada segerombolan anak SMP duduk di sebelah tempatku.

Yaa, segerombolan anak SMP. Dan salah satu dari mereka cukup berani untuk mengajakku berbicara. Bukan sebuah pembicaraan yang penting, namun dapat menbuatku merasa aneh (lagi). Anak itu bertanya dimana aku sekolah sekarang. Memang pertanyaan biasa, jika ia tidak bertanya se-spesifik ini "Anak SMP mana?". Yaa well, pertanyaan singkat yang keluar dari bocah masih lugu mampu membuatku mengkerutkan kening dan bertanya-tanya dalam hati. Tidak mau ambil pusing, aku hanya melontarkan senyum dan beranjak pergi dari tempat dudukku yang masih aneh dengan kejadian tadi.

Tak selang beberapa lama dari kejadian tadi aku pergi untuk membeli coffe boy, roti kesukaanku. Roti yang memiliki aroma dan rasa kopi, aromanya yang mampu menenangkan hati hanya dengan menciumnya. Menikmati roti yang panas sambil mengikuti alur pergerakkan orang di dalam mall ini. Yaa, salah satu aktivitas favorit ku, mengamati keadaan di sekililingku. Ntah telah berapa lama aku duduk disana, hingga seorang mba - mba menyapaku dan mengajakku mengobrol. Obrolan ringan, namun obrolan itu pun mampu membuat keningku mengkerut kembali. Tebak. Mba tersebut hanya bertanya "Sekolah SMA mana dek?" dengan suaranya yang pelan, halus dan merdu.

Belum cukup puas semua hal yang telah terjadi siang tadi padaku. Malam harinya pun aku mengalami hal yang buruk bisa dikatakan. Yaa, Aku baru saja menolak cowo. Okee, aku perjelas aku menolak seorang cowo, yang notabenenya teman dekatku. Apakah aku salah? atau dia? Aku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Namun, aku berhak untuk memilih dan aku berhak menentukan jalan hidupku. Dan dia pun tidak berhak untuk marah jika kutolak. Dan dia pun tidak berhak marah padaku atau pun melayangkan semua sms - sms sadisnya padaku.

Semua hal itu cukup menjelaskan dan cukup membuat hariku menjadi bertambah aneh serta menjadikan aku seperti orang aneh (juga). Well, aku pun berpikir hidup sendiri itu bebas. Bebas memilih, bebas berekspresi dan bebas menjadi dirimu sendiri tanpa diatur. Walapun sebagian orang menganggap itu aneh, Thats not problem. Cause this My Life. My way. My Adventure.

Thursday, 26 September 2013

Dibalik Sebuah Peristiwa

Cerita saat aku yang akan menjadi seorang calon mahasiswa mungkin tak mengasyikkan seperti teman-teman yang lainnya, banyak terjadi kontroversi hati dalam diriku sendiri dan juga dengan orang tuaku, yang menyebabkan terganggunya konspirasi kemakmuran aku saat menjelang detik-detik terakhir menjadi siswa SMA. Tapi sebelumnya ini ga bercanda dengan gunain kosasakatanya vicky, ini serius bro!!

Teman - teman pasti punya impian buat masuk universitas favorit dengan jurusan favoritnya sendiri- kan ? Begitu pun dengan aku :) Karena sudah terbiasa merantau dan jauh dari orang tua, maka pada saat akan kuliah pun aku memilih untuk merantau. Aku ingin melihat dunia luar, dunia yang berbeda dari kota kelahiranku ini. Tapi, semua niat dan rencanaku itu tidak direstui oleh orang tuaku sendiri. Orang tuaku belum cukup yakin melepaskan aku seutuhnya diluar sana. "Mba itu cewe, cakmano ageg kalo ado apo-apo", "Ageg disano tinggal dimano ? siapo yang nak ngawasi? sudah kuliah disini bae." dan masih banyak kalimat-kalimat lain yang mereka lontarkan agar dapat mengurungkan niatku kuliah diluar kota.

Meskipun orang tuaku tidak menyetujui, aku tetap pada pendirianku bahwa aku akan meninggalkan kota ini dan pergi mencari ilmu di tempat lain. Setelah UN, aku mendaftar untuk mengikuti test penerimaan mahasiswa baru melalui beberapa jalur, salah satunya adalah SNMPTN (sekarang diganti SMBPTN). Seperti halnya dengan teman-temanku yang lain secara khusus mengikuti kursus agar dapat lulus test nantinya, aku pun melakukannya. Belajar, Belajar dan belajar sampai aku merasa bosan. Dan aku pun berdoa agar semua impianku untuk masuk perguruan tinggi favorit.

Pada saat test tiba aku merasa yakin bahwa aku bisa melewati ini. Dan, hari pengumuman pun tiba. Aku ketik nomor pesertaku disitus website, disana mulai terlihat sebaris kalimat "Mohon Maaf Anda Belum Lulus". Kecewa. Kesal. Semua rasa itu memenuhi ruang di dadaku. Aku gagal. Aku telah membuang kesempatanku untuk masuk dalam perguruan tinggi favoritku. Namun, ini bukanlah akhir dalam usahaku. Aku masih mengikuti test - test yang lainnya. Dan untuk ke sekian kalinya juga orang tuaku menanyakan perihal niatku ini. Aku tidak merubah niatku itu. Aku masih ingin keluar dari kota ini. Bukan karena benci dengan kota ini, hanya saja aku ingin merasakan pendidikan di kota lain, kota yang lebih besar daripada kota yang aku tinggali saat ini.

Namun, sepertinya hal tersebut pun tidak berpihak denganku. Empat kali aku mengikuti tes dan empat kali itu juga aku gagal. Rasa menggebu - gebu untuk melanjutkan pendidikan pun telah sirna, aku pasrah dengan keadaanku. Disaat semua teman-teman telah memiliki planning selanjutnya dalam perkuliahan, aku masih berusaha mengikuti test. Frustasi. Yaa, aku berpikir aku cukup lumayan dalam pelajaran, bahkan dapat dikatakan bagus dan lebih baik dari teman-temanku lainnya. Namun, mengapa begitu sulit rasanya untuk lulus dari test tersebut.

Aku berpikir, menyita semua waktuku hanya untuk memikirkn hal ini. Aku bertanya - tanya, Apakah ada yang salah dalam diriku ? Apakah aku terlalu sombong ? Tapi, aku rajin menyapa dan silahturahmi. Aku tidak mengerti. Deg... aku ingat sesuatu. Aku ingat orang tuaku tidak merestui semua niatku untuk kuliah di luar kota. Apakah ini balasannya aku tidak mengindah semua kata mereka Tuhan ? Apakah ini balasannya ? Aku terdiam dalam waktu yang cukup lama. Yaa, mungkin inilah kata pepatah "Ridho orang tua adalah segalanya". Akhirnya aku menyerah, dan mengikuti semua permintaan orang tuaku. Kemudian, aku mencoba mengikuti test untuk yang ke - 5 kalinya. Dan alhamdulillah aku lulus dalam test kali ini.

Karena bukan lulus di perguruan tinggi favoritku, semangatku tidak sepenuhnya dalam menjalani beberapa tahap akan menjadi calon mahasiswa. Pada saat daftar ulang pun, aku adalah mahasiswa terakhir yang mendaftar. Bahkan stan pendaftaran itu hampir tutup. Wajar saja kalo nomor induk mahasiswaku berada dibawah sekali. Tidak hanya itu saat akan mengikuti ospek pun aku tidak merasa deg-deg.an atau bersemangat seperti teman-temanku yang lainnya. Maka dari itu saat aku ospek tidak ada momen yang bearti bagiku. Semuanya datar dan biasa-biasa saja. Padahal ospek akan menjadi momen tak terlupakan bagi maba sendiri, tapi tak berlaku untukku.

Kuliah perdana. Inilah yang ditunggu - tunggu para maba layaknya aku. Namun, aku masih seperti bermimpi bahwa sekarang akan menapakkan langkah kaki menuju kampusku berada. Saat aku tiba, semuanya telah berkumpul dan berkenalan. Aku malas untuk berbicara ataupun sekedar menyapa kepada teman-teman baruku. Semua mulai bergerak menuju kelas, aku pun turut serta. Karena tidak tahan berdiam diri, akhirnya aku menyapa salah seorang teman baruku yang tepat berada disebelahku. Sekilas aku melihatnya,  She'll be good friends kataku sendiri dalam hati. Kami berkenalan singkat seiring berjalan menuju kelas, Namanya "Lutfi" dan dia adalah teman kuliah pertamaku. Dia adalah seoarang perempuan, nama yang kurang pas memang untuk seorang perempuan tapi aku tidak mempersalahkannya.

Dimulai saat itu hari- hariku berubah dari seorang siswa menjadi seorang MAHAsiswa. Mulai belajar hal - hal yang baru yang belum aku tahu sebelumnya. Menemukan hal baru yang belum pernah aku lihat. Melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan. Seiring dengan waktu berjalan, sekarang tak terasa aku telah duduk semester 3. Dengan semua hal yan telah aku temukan, dengan semua teman yang telah aku miliki, dengan semua kegiatan yang telah aku ikuti. Tanpa aku sadari, aku menikmati menjadi mahasiswa di perguruan tinggi ini. Aku nyaman berada disini. Dan aku pun bangga menjadi salah satu bagian dari mereka. Aku baru menyadarinya sekarang, bukan pada saat awal akan kuliah. Aku sedikit menyesal tentang hal itu. Tapi, aku akan berusaha lebih baik lagi dan membuat orang tuaku tidak kecewa.

Pada akhirnya juga aku sadar dan belajar, meskipun aku tak dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi favoritku, setidaknya aku masih bisa belajar di perguruan tinggiku saat ini. Dan aku percaya "Dibalik sebuah peristiwa, pasti kan ada hikmahnya" serta jangan lupakan bahwa "Ridho orangtua itu perlu". Dan, sekarang aku mengerti bahkan dapat dikatakan bersyukur. Dan dengan semua ridho orang tuaku tadi, alhamdulillah kuliahku disini pun lancar, dan aku berharap aku begitupun dengan semester-semester selanjutnya. Tanpa ada rintangan yang terlalu bearti. Tapi, aku yakin cobaan itu akan datang kembali untuk mengingatkanku, menegurku dan sekaligus menguatkanku. Just Believe, Setiap dibalik peristiwa pasti akan ada maknanya :D


Find me on this Photo :D hehe

Sekedar tambahan ini adalah foto saat aku mengikuti ospek dan satu-satunya foto yang aku miliki.

P.S Tulisan ini diikutserakan dalam "Lomba Menulis - Waktu Gue Maba" oleh @Studyinjogja